Total Tayangan Laman

Jumat, 17 Februari 2012

Budi Pekerti


A. Pengertian Budi Pekerti, Tata Krama dan Etika
Pengertian budi pekerti dapat dikaji dari berbagai sudut pandang, antara lain secara etimologi (asal usul kata), leksikal (kamus), konsepsional (teori) dan operasional (praktis).
Secara etimologi budi pekerti terdiri dari dua unsur kata, yaitu budi dan pekerti. Budi dalam bahasa sangsekerta berarti kesadaran, budi, pengertian, pikiran dan kecerdasan. Kata pekerti berarti aktualisasi, penampilan, pelaksanaan atau perilaku. Dengan demikian budi pekerti berarti kesadaran yang ditampilkan oleh seseorang dalam berprilaku.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989) istilah budi pekerti diartikan sebagai tingkah laku perangai, akhlak dan watak. Budi pekerti dalam bahasa Arab disebut dengan akhlak, dalam kosa kata latin dikenal dengan istilah etika dan dalam bahasa Inggris disebtu ethics.
Senada dengan itu Balitbang Dikbud (1995) menjelaskan bahwa budi pekerti secara konsepsional adalah budi yang dipekertikan (dioperasionalkan, diaktualisasikan atau dilaksanakan) dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan pribadi, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.
Budi pekerti secara operasional merupakan suatu prilaku positif yang dilakukan melalui kebiasaan. Artinya seseorang diajarkan sesuatu yang baik mulai dari masa kecil sampai dewasa melalui latihan-latihan, misalnya cara berpakaian, cara berbicara, cara menyapa dan menghormati orang lain, cara bersikap menghadapi tamu, cara makan dan minum, cara masuk dan keluar rumah dan sebagainya.
Pendidikan budi pekerti sering juga diasosiasikan dengan tata krama yang berisikan kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia. Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, norma, aturan. Krama sopan santun, kelakukan, tindakan perbuatan. Dengan demikian tata krama berarti adat sopan santun menjadi bagian dari kehidupan manusia.
Dalam menerapkan nilai-nilai budi pekerti dalam kehidupan sering terjadi benturan-benturan nilai dan norma-norma yang kita rasakan. Apa yang dahulu kita anggap benar mungkin sekarang sudah menjadi salah. Apa yang dulu kita anggap tabu dibicarakan sekarang sudah menjadi suatu yang lumrah. Misalnya berbicara masalah seks, hubungan pacaran, masalah politik, masalah hak azazi manusia, dan sebagainya.

Pengertian Budi Pekerti
Budi pekerti terdiri dari dua kata yakni budi dan pekerti. Budi yang berarti sadar atau yang menyadarkan atau alat kesadaran. Pekerti berarti kelakuan. Secara terminologi, kata budi ialah yang ada pada manusia berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran. Pekerti adalah apa yang terlihat pada manusia, karena didorong oleh perasaan hati, yang disebut behavior.

Kata budi pekerti dalam kamus Bahasa Indonesia adalah tingkah laku, perangai, akhlak. Budi pekerti mengandung makna perilaku yang baik, bijaksana dan manusiawi. Di dalam perkataan itu tercermin sifat, watak 
seseorang dalam perbuatan sehari-hari. Budi pekerti sendiri mengandung pengertian yang positif. Namun penggunaan atau pelaksanaannya yang mungkin negatif. Penerapannya tergantung pada manusia.

Budi pekerti didorong oleh kekuatan rohani manusia yakni pemikiran, rasa dan karsa yang akhirnya muncul menjadi perilaku yang dapat terukur dan menjadi kenyataan dalam kehidupan. Pemikiran mempunyai tabiat kecenderungan kepada ingin tahu dan mau menerima yang logis, dan sebaliknya tidak mau menerima yang tidak masuk akal. Manusia diberi kesempatan berpikir dan mengembangkan, serta membimbing akal ke arah yang benar.

Sedangkan rasa mempunyai tabiat kecenderungan pada keindahan. Letak keindahan adalah pada keharmonisan susunan sesuatu, harmonis antara unsur jasmani dengan rohani, harmonis antara mental dan tingkah laku, harmonis susunan keluarga. Keharmonisan akan menimbulkan rasa nyaman dalam kalbu dan tentram dalam hati.

Jika tidak ada keharmonisan akan timbul gejolak dalam hati, timbul keresahan dan kegelisahan yang mengganggu kenyamanan hati.

Manusia memiliki karsa yang berhubungan dengan pemikiran dan rasa. Karsa disebut kemauan atau kehendak, hal ini berbeda dengan keinginan. Keinginan lebih mendekati pada senang atau cinta yang terkadang berlawanan antara satu keinginan dengan keinginan yang lainnya dari seseorang pada suatu waktu yang sama. Kehendak atau kemauan adalah keinginan yang dipilih antara keinginan-keinginan yang banyak untuk dilaksanakan. Dengan kata lain kehendak adalah keinginan yang dimenangkan di antara keinginan yang banyak setelah mengalami kebimbangan

1 komentar:

  1. mengapa budi pekerti sangat erat kaitannya dengan tata krama?

    BalasHapus